AZWAR
Kang-Kangan Santri Biasa
Penikmat Buku, Kretek dan Sedikit Kopi
Bernama lengkap Rizky Ahmad Azwar, lahir dan tumbuh besar di Bekasi. Seperti tagline di atas ia seorang Santri, yang biasa-biasa saja. Ia mulai nyantri pertama kali setelah lulus sekolah dasar di Pondok Pesantren Masyhad Annur, Sukabumi, Jawa Barat. Kurang lebih satu setengah tahun (2012-2013) ia nyantri di Pondok Pesantren Masyhad Annur lalu bertolak ke Yogyakarta. Di Yogyakarta ia melanjutkan nyantrinya ke Pondok Pesantren Al-Mahalli, Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul. Hingga sekarang ia masih nyantri di Pesantren Al-Mahalli.
Tampaknya ia hanya ingin menyandang nama santri tanpa gelar-gelar formal lainnya. Karena studi S1nya yang diambil sebanyak dua kali tak dirampungkan. Pertama ia mengambil jurusan Perbandingan Mazhab, Fakultas Hukum, UIN Sunan Kalijaga. Dan yang kedua dengan almamater yang sama di Fakultas Adab dan Budaya jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Keduanya mandek di tengah jalan.
Di sela-selanya sebagai Santri yang biasa-biasa saja sambil menikmati buku, kretek dan sedikit kopi ia mencoba mempublikasikan apa yang ia dapat dari belajar di Pesantren, buku, pengalaman, dan hal-hal lain yang ia suka di blog pribadinya ini. Niat awalnya hanya untuk dokumentasi, ketimbang hanya berserakan di kertas-kertas putih yang kian lusuh dan ingatan yang akan memudar. Jika ada yang tertarik dengan tulisannya dan membacanya itu hanya bonus baginya.
Dan satu lagi, ia penggemar serial One Piece. Ada kutipan yang ia suka dari One Piece yaitu, ketika Dokter Hiluluk akan dieksekusi pada chapter 145:
"Kapan seorang manusia mati? Saat jantung mereka terkena peluru senjata? Bukan. Saat mereka menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Bukan. Saat mereka makan jamur beracun? Juga bukan! Tapi, saat mereka telah dilupakan oleh orang lain."
Barangkali ia menulis di blog ini untuk tidak mati, untuk tidak dilupakan orang lain.
Azwar bisa dihubungi melalui surel: azwar19102000@gmail.com atau melalui sosial media lain yang ia gunakan: klik di sini

Posting Komentar