Al-Allamah M. Hasyim Asy’ari: Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia terjemahan dari Al-Allaamah Muhammad Hasyim Asy'ari: Waadli'u Labinati Istiqlaali Indonesia Judul awalnya yang pertama kali terbit dalam bahasa arab di Lebanon pada Tahun 1971. Saya tahu buku ini ketika ngaji Gus Baha pada peringatan haul ke-10 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada tahun 2019. Gus Baha ngendika: "Watak seorang cucu biasanya mengalir dari pikiran mbahnya karena mbahnya selalu berdo'a: dzurriyyatan toyyibah (memohon keturunan yang baik)." Maka dikajilah buku yang mengisahkan perjuangan KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai Ulama’ untuk memerdekakan Indonesia. Karena Gus Dur adalah cucu dari KH. M. Hasyim Asy’ari. Pada waktu itu Gus Baha membawa versi cetakan bahasa Arab.
Ada kisah menarik dalam buku ini. Ada seorang asal Jerman yang berkebangsaan Belanda bekerja sebagai Insinyur bangunan pada perusahaan terkenal pada masa itu; “NEDAM”. Ia bernama Ir. Karl Von Smith. Pada tugasnya sebagai insinyur ia sering melihat beberapa pekerjanya berwudhu dan melakukan shalat pada waktu istirahat. Fenomena itu menarik perhatiannya dan ingin menanyakan apa yang mereka lakukan dan ucapkan. Tetapi pekerjanya tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan dan menyarankan agar ia menemui KH. M. Hasyim Asy’ari. Akibat dari peristiwa itulah ia bertemu KH. M. Hasyim Asy’ari dan memutuskan untuk masuk Islam. Ia juga ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada perang kemerdekaan. Islamnya telah mendorongnya untuk berjuang atas nama Islam dengan perbuatan dan harta. Ketika hal tersebut diketahui belanda ia dianggap sebagai seorang penghianat.
Buku ini istimewa karena merupakan buku yang pertama kali menuliskan kisah hidup KH. Hasyim Asy'ari. Penulisnya; Sayyid M. Asad Shahab, menulisnya semasa dengan KH. M. Hasyim Asy’ari. Sehingga kemurnian dan kedekatan dengan tokoh yang dikisahkan menjadikan buku ini memiliki nilai tambah. Selain itu buku ini pertama kali terbit bahasa arab dan diterbitkan di luar Indonesia, tepatnya di Lebanon pada tahun 1971. Melalui penanya Sayyid M. Asad Shahab ingin menunjukkan kepada dunia seorang tokoh, ulama’ Indonesia yang berjuang melawan kolonialisme. Dan yang terakhir Sayyid M. Asad Shahab merupakan seorang pejuang yang mendirikan Arabian Press Board (APB) pada tahun 1945 yang memiliki peran penting menyiarkan kemerdekaan Indonesia ke Timur Tengah. Jadi buku ini adalah buku yang mengisahkan seorang pejuang bangsa yang ditulis oleh seorang pejuang bangsa.


Posting Komentar